Jakarta - Robot digambarkan sebagai benda mati bergerak yang dingin dan cuek ia hanya bertindak sesuai dengan informasi dan data yang disematkan di bagian tubuhnya. Namun ternyata robot bisa juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan sebuah rasa prasangka seperti halnya manusia.

Hal tersebut ditemukan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para peniliti di Universitas Cardiff dan MIT. Penelitian tersebut menggunakan permainan di simulator di mana para robot dapat memilih untuk dipindahkan ke tim robot lain di dalam atau di luar sesuai kelompok pribadi mereka. 

Pembagian ini berdasarkan pada reputasi dan juga strategi donasi. Saat diuji coba, robot yang berlari di dalam simulator telah menunjukkan timbulnya rasa prasangka terhadap robot lain yang tidak satu tim dengannya. Yang artinya, terdapat peningkatan prasangka terhadap robot yang bukan bagian dari kelompok di dalamnya. 

"Simulasi kami menunjukkan bahwa prasangka adalah kekuatan alam yang kuat dan melalui evolusi, prasangka dapat dengan mudah menjadi insentif dalam populasi virtual, hingga merugikan konektivitas yang lebih luas dengan yang lain. ujar Roger Whitaker seorang Profesor Universitas Cardiff yang dilansir detikINET dari Ubergizmo, Jumat (7/9/2018).

Menurutnya perlindungan dari kelompok prasangka dapat secara tidak sengaja menyebabkan individu membentuk kelompok prasangka lebih lanjut, yang mengakibatkan populasi yang terputus. Prasangka luas seperti itu sulit dibalik.

"Adalah mungkin bahwa mesin otonom dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dengan diskriminasi dan menyalin orang lain di masa depan dapat rentan terhadap fenomena prasangka yang kita lihat dalam populasi manusia." tambahnya. (jsn/fyk)

 

Source : detik.com