JAKARTA - Setelah sukses di Jepang, Sony kembali meluncurkan robot anjing di Amerika akhir 2018. Hewan elektronik ini mirip anjing peliharaan sesungguhnya, di mana ia mampu mengikuti tuannya.

Dilansir dari laman Phys.org,robot yang dinamakan Aibo ini memiliki layar OLED sebagai mata. Ini seperti yang digunakan dalam layar televisi Sony. Kemudian disematkan juga kamera di hidung dan di punggungnya, serta sensor di punggung, kepala dan dagu yang memungkinkannya merasakan pemilik mengelusnya.

 

Robot ini juga memiliki mikrofon, aktuator dan teknologi lainnya yang bila dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan robot untuk mempelajari perilaku pemiliknya dan bereaksi dengan tepat.

 

Selain itu, Aibo juga bisa sangat menggemaskan, di mana ia bisa mengambil foto dan mempelajari wajah pemilik serta hingga 100 wajah orang lain. Dia mampu beradaptasi dengan senyum pemilik dan ekspresi lainnya.

 

 

Meskipun demikian, pemilik Aibo memerlukan kesabaran untuk melatihnya. Pasalnya, Aibo terkadang memiliki respon lambat.

 

"Dia tidak segera duduk ketika saya memintanya, agak seperti anjing sungguhan saya di rumah. Tapi ia juga menari ketika aku memintanya, tidak seperti anjing asliku, Sherman, yang hanya peduli di dunia bermain dengan bola. AI tempatnya yang membantunya membuat keputusan," kata spesialis pemasaran senior Sony dan Aibo, Angel Vizcarra.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan jika untuk saat ini, anjing dapat menangani sekira 30 perintah, termasuk bernyanyi, berguling dan mati.

 

Beberapa perintah dapat dikustomisasi. Sebagai contoh, pemilik meminta Aibo untuk "belajar," lalu meraih cakarnya dan memindahkannya bolak-balik beberapa kali. Setelah mempelajari pola tersebut, anjing itu kemudian melanjutkan untuk mengulang gerakan yang sama.

 

Sony telah menjual 20.000 anjing robot di Jepang tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang akan tersedia di Amerika Serikat tahun ini. Robot ini dibanderol dengan harga sekira USD3.000.

 

 

Sony pertama kali memperkenalkan Aibo sebagai maskot dari AI dan robotika ke konsumen pada 1999 dan menghentikannya pada 2006. Perusahaan ini memperkenalkan kembali generasi keenam anjing robot di Jepang pada November 2017 dan memamerkannya di Consumer Electronics Show di Las Vegas pada Januari 2018.

 

"Integrasi AI ke robotika konsumen adalah topik hangat CES 2018, hampir satu jam berlalu tanpa pengumuman lain oleh perusahaan tentang layanan atau perangkat yang menghadap konsumen baru yang diaktifkan oleh AI," kata Americas Advisory AI leader untuk EY (Ernst & Young), Keith Strier.

 

Source : okezone.com