Jakarta - Google telah merilis sebuah perangkat kecerdasan buatan guna membantu sebuah organisasi perlindungan anak untuk memoderasi dan mengindentifikasi gambar pelecehan seksual anak di internet.

Dalam mengindentifikasinya Google menggunakan API Content Safey yang merupakan alat bagi developer. Dengan ini, AI akan memproses dan meminimalisir gambar-gambar seperti pelecehan terhadap anak sehingga lebih sedikit orang yang harus memverifikasi konten itu bisa menjadi lebih sedikit.

Dilansir detikINET dari CNET, Rabu (4/9/2018), Google mengklaim bahwa kecerdasan buatannya tersebut bisa membantu para moderator untuk mengidentifikasi konten pelecehan anak hingga 700% lebih banyak.


"Pengidentifikasian gambar yang cepat membuat anak-anak yang mengalami pelecehakan seksual saat ini bisa lebih cepat untuk diidentifikasi dan dilindungi dari pelecehan lebih lanjut," kata pemimpin teknik Nikola Todorovic dan manajer produk Google Abhi Chaudhuri. 

"Kami menyediakan alat ini secara gratis untuk organisasi dan mitra industri melalui API Content Safety kami, sebuah perangkat untuk meningkatkan kapasitas untuk meninjau konten sehingga orang yang terekspos pada konten itu bisa dikurangi," tambah mereka

Langkah Google ini pun menuai pujian dari nternet Watch Foundation, sebuah organisasi sosial yang berbasis di Inggris memiliki tujuan untuk meminimalisir konten pelecehan dan kekerasan seksual anak di internet.


"Kami, dan khususnya para analis ahli kami, sangat antusias tentang pengembangan alat kecerdasan buatan yang dapat membantu peninjau ahli manusia kami ke skala yang lebih besar," ujar CEO Internet Watch Foundation Susie Hargreaves

"Dengan berbagi teknologi baru ini, identifikasi gambar dapat dipercepat, sehingga membuat internet menjadi tempat yang lebih aman bagi para seluruh pengguna khususnya untuk anak-anak," tuturnya. (jsn/fyk)

 

Source : detik.com