JAKARTA – Jepang akan melakukan uji coba perdana lift luar angkasa pada akhir September 2018. Mereka akan menguji teknologi ini dengan mengirimkan dua satelit sebagai miniatur lift ke luar angkasa.

 

Peralatan uji coba ini telah dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Shizuoka. Dua satelit akan dipasangi Roket H-2B yang akan diluncurkan pada pekan depan dari pulau selatan Tanegashima oleh Badan Antariksa Jepang (JAXA).

 

Mengutip situs Ubergizmo, Rabu, 5 September 2018, uji coba akan menggunakan miniatur lift yang pada dasarnya kotak sepanjang enam sentimeter dengan lebar dan tinggi masing-masing tiga sentimeter.

 

Miniatur lift itu dilengkapi sebuah motor penggerak. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti konsep dengan memindahkan kabel sepanjang 10 meter di sepanjang ruang di antara dua miniatur satelit.

 

Lift akan keluar dari wadah di salah satu satelit dan berjalan di sepanjang kabel. Tak pelak,

 

Pergerakan kotak lift yang dilengkapi motor penggerak itu akan dipantau oleh kamera-kamera yang terpasang di kedua satelit. Dalam proyek tersebut, perusahaan konstruksi Jepang, Obayashi, berkolaborasi dengan tim peneliti Universitas Shizuoka.

 

Obayashi juga diketahui tengah menjajaki sejumlah cara berbeda untuk mewujudkan lift luar angkasa untuk membawa wisatawan ke luar angkasa pada 2050.

 

Mereka mengaku bisa menggunakan teknologi carbon nanotube, yang diketahui 20 kali lebih kuat dari baja, untuk merakit sebuah lift di ketinggian 96 ribu kilometer di atas permukaan Bumi.

 

Kendati demikian, uji coba ini masih sangat jauh dari tujuan utama proyek ini, yakni mewujudkan lift luar angkasa yang sebenarnya.

Source : viva.co.id