JAKARTA - Facebook mengumumkan jika pihaknya akan menyetop dukungan terhadap kampanye politik menjelang pemilu. Seperti diketahui, raksasa internet dan penjual iklan daring besar termasuk Google dan Twitter telah lama menawarkan bantuan khusus gratis untuk memperkuat hubungan dengan pengiklan top seperti kampanye Presiden.

 

Dilansir dari laman Venture Beat, Jumat (21/9/2018), penyematan iklan di Facebook memang berpengaruh dalam kemenangan kandidat pemilu. Hal tersebut juga diakui oleh Kepala Iklan Online Donald Trump, Brad Prascale yang mengatakan jika iklan dari Facebook bahkan penting untuk kemenangan Trump pada 2016.

 

Sementara itu, Facebook mengatakan bahwa kandidat lain yakni Hillary Clinton ditawari bantuan yang sama, tetapi dia menerima level yang berbeda dari Trump.

 

 

Facebook, Twitter, dan Google menjabat sebagai "konsultan kuasi-digital" untuk kampanye pemilu AS pada 2016. Para peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill dan Universitas Utah menemukan jika perusahaan-perusahaan itu membantu kampanye menavigasi sistem iklan layanan mereka dan "aktif" membentuk komunikasi kampanye dengan menyarankan jenis pesan apa yang ditujukan kepada siapa.

 

Keterlibatan Facebook dengan kampanye Trump menarik pengawasan dari anggota parlemen AS setelah perusahaan menemukan data penggunanya telah disalahgunakan secara terpisah oleh perusahaan data politik Cambridge Analytica, yang berkonsultasi untuk kampanye Trump.

 

Dalam kesaksian tertulis kepada anggota parlemen Amerika pada bulan Juni, Facebook mengatakan karyawannya tidak melihat adanya penyalahgunaan dalam perjalanan interaksi mereka dengan Cambridge Analytica selama pemilihan.

 

 

Source : okezone.com