JAKARTA - Peneliti dari divisi Artificial Inteligent (AI) Google dan Universitas Harvard telah menciptakan model AI yang mampu memprediksi lokasi gempa susulan. Bahkan setelah setahun terjadinya gempa besar.

 

Mesin ini telah dilatih dengan memprediksi sekira 199 peristiwa gempa besar dalam beberapa dekade terakhir. Gempa tersebut disusul dengan 130.000 gempa susulan. Mesin dengan AI ini diklaim, lebih akurat daripada metode yang digunakan saat ini.

 

Dilansir dari laman Venture Beat, Kamis (30/8/2018) gempa susulan termasuk dalam dataset yang digunakan untuk melatih jaringan. Untuk mengetahui yang terjadi di perimeter yang membentang 50 kilometer secara vertikal dan 100 kilometer secara horizontal dari masing-masing episentrum gempa.

 

“Kami menemukan bahwa setelah memberi perubahan tegangan model ini ke dalam jaringan mesin. Nantinya, jaringan dapat memilah prediksi lokasi susulan susulan dalam dataset pengujian lebih akurat,” kata pihak Departemen Bumi dan Ilmu Pengetahuan Planet Universitas Harvard, Phoebe DeVries.

Data yang digunakan untuk melatih model tersebut berasal dari gempa bumi yang terjadi di Sumatera pada 2004, di Jepang pada 2011, di San Francisco pada 1989, dan Northride pada 1994 di dekat Los Angeles.

 

Hasil dari publikasi tersebut dapat ditemukan di dalam jurnal Nature. Studi ini ditulis oleh DeVries dengan peneliti pembelajaran mesin Google Martin Wattenberg dan Fernanda Viégas, serta pihak AI Google, Brendan Meade.

 

Lebih lanjut, mesin AI ini juga diklaim dapat memperhitungkan gempa bumi yang dihasilkan oleh bencana alam besar lainnya seperti letusan gunung berapi.

 

Source: okezone.com