Jakarta - Beberapa waktu terakhir, Line memang sudah dikabarkan akan terjun ke ranah mata uang digital (cryptocurrency). Dan kini, aplikasi pesan instan tersebut akhirnya resmi meluncurkan mata uang digital perdananya.

 

Namun, menurut informasi yang dikutip dari The Verge, Senin (3/9/2018), perusahaan menghindari penawaran koin awal (ICO) dan memberikan token secara gratis kepada pengguna, saat mereka menyelesaikan kegiatan tertentu.

 

Pihak Line juga menjelaskan, mata uang digital ini berupa token yang dapat digunakan untuk membeli sticker, konten webtoon, dan layanan lain yang tersedia di aplikasi.

 

Rencananya, token akan hadir pada platform pertukaran mata uang digital milik Line, Bitbox.

 

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 800 juta token yang hadir kepada pengguna, sebagai bentuk hadiah yang diharapkan agar lebih insentif kepada pengguna untuk bisa berpatisipasi lebih di aplikasi.

 

Di sisi lain, Line sempat terbentur masalah di Jepang, mereka sempat menunggu persetujuan dari pihak berwenang untuk platform pertukaran mata uang digitalnya sendiri. Memang, Bitbox sendiri belum tersedia di AS atau Jepang.

 

Namun demikian, pengguna di Jepang bisa mendapatkan poin virtual yang tersedia di aplikasi, dan dapat dipakai untuk mata uang digital tersebut.

 

Beranjak pada soal keamanan, ICO kini berada di bawah pengawasan ketat dari Securities and Exchange Commission (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) selama setahun terakhir.

 

Pasalnya, kini banyak perusahaan yang berusaha untuk menghindari hubungan dengan penipuan serta membangun antusiasme pelanggan dengan memberikan koin digital melalui “airdrops”, atau meluncurkan token yang dilengkapi aset yang nyata.

 

Bitbox, Layanan Pertukaran Mata Uang Digital dari Line

Executive Officer and Head of 020 Business Department Line Corporation,

Hideo Fujii di Line Conference 2018. Liputan6.com/Benedikta Desideria

 

 

Line Corporation yang dikenal dengan layanan pesan instannya, kini melebarkan sayap terjun ke ranah financial technology alias fintech.

 

Rencananya, pada Juli 2018 Line Corporation siap meluncurkan layanan pertukaran mata uang digital (cryptocurrency) bernama Bitbox.

 

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Line Corporation, Idezawa Takeshi, di hadapan lebih dari 2.000 orang yang menghadiri Line Conference 2018 di Maihama Amphitheater, Tokyo, Jepang.

 

"Sebagai bagian inti dari layanan financial Line yang baru, Bitbox berkomitmen memenuhi kebutuhan layanan keuangan yang beragam," kata Takeshi pada Kamis (28/6/2018).

 

Saat nanti resmi meluncur, Bitbox akan menyediakan lebih dari 30 mata uang digital populer.

 

Adapun mata uang digital yang akan diperdagangkan di antaranya mulai dari Bitcoin, Etherum, Bitcoin Cash dan Litecoin.

 

Perusahaan asal Jepang ini akan menawarkan biaya pertukaran uang yang rendah, yakni 0,1 persen.

 

Keunggulan layanan ini adalah bisa diakses pengguna seluruh dunia dengan 15 pilihan bahasa seperti Inggris, Korea, dan Mandarin. Sayangnya, layanan tersebut tidak bisa digunakan di wilayah Jepang dan Amerika Serikat.

 

Keamanan Pengguna Bitbox

Logo Line. Liputan6.com/ Rita Ayuningtyas

 

Dengan layanan keuangan seperti Bitbox ini, keamanan data dan aset tentu dinilai penting. Terkait hal itu, Line Corporation memiliki sistem keamanan yang mumpuni.

 

"Pengguna Line bisa akses Bitbox dengan mudah. Walau begitu, sistem keamanan terkini diberikan agar aset pengguna terjaga," kata pria yang menjabat sebagai CEO Line sejak 2015 tersebut.

 

Selain merambah ke layanan bisnis pertukaran mata uang digital, Line Corporation juga merambah ke aspek finansial lainnya.

 

Pada Line Conference 2018 ini perusahaan juga akan memberikan layanan investasi dan asuransi. Ada juga layanan personal financial management yang bakal hadir di musim gugur 2018.

 

"Dengan personal financial management ini semua hal terkait keuangan harian atau bulanan bisa diatur secara online," kata Takeshi.

 

Source : liputan6.com