JAKARTA - Konsep robot bisa mengambil alih tugas dan pekerjaan manusia di masa depan, ternyata bukan sebatas teori belaka.

 

Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan ilmuwan di universitas Oxford dan Yale, robot dengan basis kecerdasan buatan kelak akan melakukan apa yang dilakukan manusia dalam kurun waktu 50 tahun lagi.

 

Menurut informasi yang dimuat di Business Insider,  studi tersebut diambil berdasarkan survei terhadap 352 ilmuwan kecerdasan buatan. Mereka dimintai pendapat terkait kapan robot bisa melakukan pekerjaan manusia secara sepenuhnya.

 

Menurut salah seorang ilmuwan kecerdasan buatan Katja Grace, tugas paling mudah yang setidaknya bisa dilakukan robot pada waktu 10 tahun ke depan adalah tugas mekanis. Ambil contoh, robot nanti bisa melawan manusia saat bermain gim mobile Angry Birds, atau mahir bermain poker.

 

Pada 2024, Grace memprediksi robot akan bisa menguasai kemampuan menerjemahkan bahasa asing. Bukan tidak mungkin, dua tahun setelahnya, robot bisa menulis esai Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam topik berskala luas.

 

Lalu 10 tahun setelahnya sampai 2036, robot-robot akan bisa menguasai tugas manusia, seperti membaca teks, menyetir truk, hingga mengikuti olimpiade maraton 5 kilometer.

 

Sementara, tugas-tugas kreatif yang kompleks seperti menulis buku dan melakukan tugas matematika yang sulit setidaknya membutuhkan waktu lebih lama.

 

 

Jadi, jika dihitung-hitung, robot diprediksi bisa melakukan semua tugas manusia setidaknya mulai 2051, dan mereka bisa menggantikan pekerjaan manusia mulai 2136.

 

Ketakutan Akan Robot

 

Soal robot yang akan menggantikan pekerjaan manusia, sudah menjadi ketakutan yang mengancam eksistensi umat manusia. Namun, di mata venture capitalist Marc Andreessen, fenomena semacam ini terjadi setiap 25 hingga 50 tahun. Kenyataannya, tak ada yang benar-benar terjadi.

 

Andreessen, yang turut mengembangkan Netscape, menyebut obsesi robot akan menggantikan manusia sudah terjadi sejak 100 tahun lalu. Ketika itu, manusia takut akan kehadiran mobil yang disebut akan menggantikan pekerja manusia.

 

Namun ternyata industri mobil sekarang telah menjadi salah satu bidang dengan pekerja manusia terbanyak. Tak hanya itu, seiring pertumbuhan mobil yang makin besar, ikut mendorong perkembangan pekerjaan baru di bidang pembuatan jalan.

 

Isu mengenai robot yang dapat menggantikan peran manusia dalam pekerjaan memang telah lama diprediksi. Dalam pertemuan tahunan World Economic Forum, sejumlah petinggi perusahaan bahkan telah membahas persoalan ini.

 

"Pekerjaan (untuk manusia) akan menghilang. Pekerjaan akan berubah dan perubahan ini akan bertahan lama, tak mengenal kelas, dan memiliki dampak untuk semua orang," ujar CEO Hewlett Packard Enterprise Meg Whitman ketika itu.

(Jek/Ysl)

Source : liputan6.com